Cara Jual Beli Tanah Dan Rumah Yang Benar Di Notaris

Melakukan jual beli tanah tidak semudah menjual beli seperti barang yang lain. Butuh proses hukum yang dapat memperkuat kepemilikannya serta ke absahan transaksi jual belinya.

Bilamana anda keliru dalam data serta kekuatan hukum dari transaksi jual belinya, tanah dijual atau bangunan yang anda beli bisa saja bermasalah di kemudian harinya.

Oleh karena itu anda butuh sebuah panduan dalam melakukan transaksi jual beli tanah.

jual beli tanah dan rumah

Dalam transaksi jual beli tanah, setelah anda telah mengadakan kesepakatan tentang cara pembayaran, harga dan hal-hal yang disepakati bersama lalu sebagai data dan bukti keabsahan sebuah transaksi jual beli tanah adalah di buatkannya AJB (Akte Jual Beli) yang biasanya dilakukan dihadapan notaris. 

Hal ini menandakan bahwa tanah yang anda beli memang telah syah sudah anda beli dari penjual tersebut.

Mengapa anda harus lewat notaris ?

Iyah, seperti yang saya katakan sebelumnya membeli sebuah tanah atau bangunan tidak serta merta seperti membeli barang yang lain umpama baju atau barang elektronik.

Dalam transaksinya meski ada kekuatan hukum didalamnya agar tidak terjadi permasalahan di kemudian harinya.

Salah satunya adalah lewat seorang notaris yang merupakan Pejabat Pembuat Akte Tanah.

Fungsi notaris dalam transaksi jula beli tanah sangat penting karena akta tanah dan akta jual beli harus dibuat oleh dan dihadapan Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebagai satu – satunya pejabat yang berwenang dalam hal tersebut.

Setelah anda dapat memahami kenapa harus lewat notaris sekarang akan saya tunjukan bagaimana cara membuat akte jual beli lewat seorang notaris

Cara Jual Beli Tanah Lewat Notaris :

cara jual beli tanah

1. Akta Jual Beli (AJB)

Jika sudah terjadi kesepakatan antara kedua pihak yaitu pihak penjual dan pembeli mengenai harga dan cara pembayaran tanah serta pihak yang bertanggung jawab dalam mengurus pembuatan akta jual beli (AJB), maka pihak tersebut datang ke kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk membuat akta jual beli tanah.

2. Persyaratan Akta Jual Beli (AJB)

Untuk membuat akta jual beli di kantor PPAT, maka pihak penjal dan pembeli harus membawa dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan sebagai berikut :



  • Pihak Penjual

  1. Sertifikat hak atas tanah yang dijual (Asli)
  2. Kartu Tanda Penduduk
  3. Bukti Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sepuluh tahun terakhir
  4. Surat persetujuan suami isteri serta kartu keluarga bagi yang telah berkeluarga.

  • Pihak Pembeli
  1. Kartu Tanda Penduduk
  2. Kartu keluarga
  3. Proses Pembuatan Akta Jual Beli (AJB)
Dalam proses pembuatan Akta Jual Beli terdapat beberapa tahapan, berikut ini saya jelaskan secara rinci tahapan-tahapannya.

a. Persiapan Pembuatan Akte Jual Beli (AJB

Pada tahap ini, ada beberapa langkah yang harus anda lakukan, yaitu :

1. Pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) akan melakukan pemerikasaan terhadap keaslian dari sertifikat di kantor pertanahan untuk mengetahui bahwa tanah tersebut tidak sedang digadaikan atau dalam keadaan sengketa. 

Jika tanah dalam keadaan sengketa, maka pihak PPAT dapat membatalkan atau menolak pembuatan AJB tanah tersebut

2. Pihak penjual harus menyertakan surat peryataan tidak sengketa terhadap tanah tersebut

3. Pihak pembeli dapat membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut, maka pihak pembeli tidak berhak atas tanah yang melebihi batas luas maksimum.

4. Pihak penjual wajib membayar Pajak Penghasilan (Pph) dan pihak pembeli diwajibkan membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Banggunan (BPHTB) dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Pajak Penjual (Pph) = NJOP/harga jual x 5 %
  • Pajak Pembeli (BPHTB) = (NJOP/harga jual – nilai tidak kena pajak) x 5%

b. Pembuatan Akte Jual Beli (AJB)

Pada tahap ini, ada beberapa langkah yang harus anda lakukan, yaitu :

1. Pembuatan AJB harus dihadiri oleh kedua belah pihak, yaitu pihak penjual dan pembeli. Apabila terdapat halangan untuk hadir, maka dapat dikuasakan kepada orang lain dengan surat kuasa tertulis.

2. Pembuatan AJB harus dihadiri oleh saksi. Jumlah saksi minimal dua orang.

3. Pihak PPAT akan menjelaskan dan membacakan isi dan maksud pembuatan akta. Apabila pihak penjual dan pembeli menyetujui, maka akta tersebut harus ditandatangani oleh pihak penjual dan pembeli, saksi, serta pejabat pembuat akta tersebut.

4. Akta Jual Beli dibuat dua lembar. Satu lembar akan disimpan di kantor PPAT dan satu lembar lagi diserahkan pada kantor pertanahan untu keperluan balik nama tanah. 

Sedangkan pihak penjual dan pembeli mendapatkan salinan akta jual beli.

c. Setelah Pembuatan Akte Jual Beli (AJB)

Pada tahap ini, ada beberapa langkah yang harus anda lakukan, yaitu :

1. Setelah akta jual beli dibuat dan disetujui, maka pihak PPAT menyerahkan akta tersebut kepada Kantor Pertanahan untuk proses balik nama tanah.

2. Penyerahan akta jual beli dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah akta tersebut ditandatangani. 

Penyerahan akta jual beli harus disertakan dengan surat permohonan balik nama yang telah ditandatangani pembeli, Sertipikat hak atas tanah, 

Kartu tanda penduduk kedua belah pihak, Bukti lunas pembayaran Pph, serta bukti lunas pembayaran bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

d. Proses di Kantor Pertanahan

Pada tahap ini, ada beberapa langkah yang harus anda lakukan, yaitu :

1. Pihak kantor pertanahan akan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan balik nama setelah dokumen-dokumen tersebut diserahkan. 

Tanda bukti penerimaan diberikan kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah yang selanjutkan akan diberikan kepada pembeli.

2. Nama penjual yang tertera dalam buku dan sertifikat tanah akan dicoret menggunakan tinta hitam dan diparaf oleh Kepala Kantor Pertanahan atau pihak yang berwenang atas hal tersebut.

3. Nama pembeli sebagai pemilik hak atas tanah yang baru akan ditulis pada halaman dan kolom yang terdapat pada buku dan sertifikat tanah dengan dibubuhi tanggal pencatatan serta tandatangan Kepala Kantor Pertanahan atau pihak yang berwenang atas hal tersebut.

4. Pihak pembeli dapat mengambil sertifikat tanah yang sudah dibalik nama dalam waktu 14 (empat belas) hari setelah proses balik nama dibuat.


Setelah anda sudah dapat memiliki Akte Jual Beli (AJB) atas kepemilikan tanah dan rumah anda, tahap selanjutnya adalah proses pembuatan Sertifikat Hak Milik atas Tanah dan Rumah anda. 
Comments
0 Comments

0 Response to "Cara Jual Beli Tanah Dan Rumah Yang Benar Di Notaris"

Posting Komentar

IBX5A58E07B39304
IBX5A58E07B39304
Diberdayakan oleh Blogger.