Ruam Popok Pada Bayi Dan Penyebabnya

ruam popok bayi

Setiap orang tua ttentunya menginginkan bayinya tumbuh dengan sehat dan cerdas. Sehingga berbagai carapun ditempuh agar kesehatan bayi tersebut dapat terwujud. Mulai dari asupan makanan, alat-alat makannya, kebersihan bayi, sampai kepada pakaian  yang dipakainya. Untuk masalah pakaian setiap bayi tentunya pernah memakai yang namanya popok. Popok dugunakan agar bayi pada saat ngompol dapat tertampung disana. Namun selain hal tadi, dengan pemakaian popok pada bayi, juga mendatangkan efek yang lain, yang merugikan untuk bayi. Hal ini biasanya ditandai dengan bintik-bintik atau agak lecet pada kulit bayi. Biasanya hal seperti ini sering disebut sebagai ruam popok.

Baca : cegah diaper rash melalui popok yang tepat!

Ruam popok pada bayi sangat umum untuk terjadi, bahkan hampir semua bayi pernah mengalaminya, terutama bayi yang dalam intensitas penggunaan popoknya terlalu sering. Walau ruam popok bukan penyakit berbahaya tetapi jika tetap dibiarkan maka akan menggangu bayi, sehingga bagi ibu rumah tangga yang mempunyai anak kecil sangat penting untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab dari ruam popok. 

Penyebab ruam popok pada bayi dapat terjadi karena beberapa hal, dan diantara yang paling utama menjadi penyebabnya yaitu kontak yang terlalu lama dengan zat amonia yang terkandung daam urin atau feses bayi dan juga faktor kelembabannya. Selain itu faktor alergi juga dapat menjadi penyebabnya, disamping pemakaian popok yang terlalu ketat dan juga sering terjadinya gesekan antara popok dengan kulit bayi yang mudah iritasi. 

Pada bayi yang terkena ruam popok biasanya ditandai dengan infeksi atau iritasi disekitar popok atau pantat bayi dengan warna merah. Bayi yang masih berusia di bawah 15 bualan sangat rentan sekali untuk terkena ruam popok, hal ini karena kulit pada bayi usia tersebut masih sangat tipis dan rentan terhadap segala iritasi dan  gesekan, salah satunya gesekan antara kulit dan popok. Apalagi penggunaan popok yang terbuat dari karet atau plastik dan digunakan dalam waktu yang lama. 

Bayi yang masih kecil secara umum akan lebih sering dalam buang air kecil atau besar, sehingga menyebabkan popoknya basah dan menjadi lembab. Jika dibiarkan terus maka kelembaban ini menjadikan ruam popok. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa mengurus dirinya sendiri, terutama dalam menjaga kebersihan diri. Hal ini berbeda dengan bayi yang belum dapat melakukan hal tersebut karena ia bergantung kepada ibu atau pengasuhnya dalam mngganti pakaian atau popoknya yang sudah sangat basah.

Selain pada bayi ruam popokpun dapat terjadi pada mereka yang sudah lanjut usia, namun hal ini jarang sekali terjadi karena kulit pada orang yang sudah dewasa suudah tebal dan tidak mudah terkena iritasi dari kelembaban ini, berbeda dengan bayi yang kulitnya masih tipis.

Comments
0 Comments

0 Response to "Ruam Popok Pada Bayi Dan Penyebabnya"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.